Groundbreaking TPPAS Legok Nangka Dimulai, Pemkot Bandung Siapkan Armada Khusus

REDAKSI AGARA

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:05 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG | Groundbreaking Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung menjadi tonggak baru dalam pengelolaan sampah regional di Jawa Barat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung telah menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap operasional TPPAS Legok Nangka yang diproyeksikan mulai beroperasi secara komersial pada 2029.

“Pokoknya Kota Bandung sudah berkomitmen. Kita sudah menandatangani pengadaan mobil transportasi khusus. Kita juga sudah menyiapkan lahan untuk pemilahan. Sampah dari Kota Bandung harus dipilah terlebih dahulu sebelum dibawa ke Legok Nangka menggunakan kendaraan khusus,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu, 29 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Farhan, Kota Bandung akan mengirimkan sekitar 800 ton sampah per hari ke TPPAS Legok Nangka. Karena lokasi fasilitas berada di kawasan berbukit, armada yang digunakan harus memiliki spesifikasi khusus agar mampu beroperasi secara aman dan optimal.

“Kendaraannya berbeda. Harus kuat menanjak dan memiliki sistem pengereman yang baik karena jalurnya naik dan turun. Jadi memang membutuhkan kendaraan yang dirancang khusus untuk operasional menuju Legok Nangka,” katanya.

Menurutnya, pembangunan TPPAS Legok Nangka merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi bagi kawasan Bandung Raya. Melalui fasilitas tersebut, sampah yang telah dipilah akan diolah menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap metode pembuangan akhir konvensional.

Selain Legok Nangka, Farhan mengungkapkan, TPA Sarimukti juga akan memiliki peran baru sebagai pusat pengolahan sampah organik. Sampah organik hasil pemilahan dari Kota Bandung nantinya akan dikirim ke Sarimukti untuk diolah dengan berbagai teknologi.

“Sarimukti nantinya akan dijadikan tempat pengolahan organik. Setelah dipilah, sampah organik akan dibawa ke Sarimukti untuk diolah. Pengolahannya akan menggunakan berbagai teknologi,” ujarnya.

Salah satu teknologi yang diusulkan adalah pemanfaatan gas metana dari timbunan sampah organik melalui proses gasifikasi. Menurut Farhan, teknologi tersebut memiliki potensi menghasilkan energi sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor persampahan.

“Salah satu teknologi yang saya dorong adalah gasifikasi metana dari tumpukan sampah organik. Ini menjadi solusi yang baik untuk meningkatkan nilai tambah pengelolaan sampah,” katanya.

Terkait alokasi sampah Kota Bandung ke TPPAS Legok Nangka, Farhan memastikan tidak ada perubahan dari kesepakatan yang telah disusun sebelumnya. Kota Bandung tetap mendapatkan kuota pengiriman sekitar 800 ton sampah per hari, sesuai kontrak kerja sama yang telah ditandatangani pada 2018.

“Sesuai dengan kontrak yang sudah ditandatangani tahun 2018, tidak ada perubahan ataupun penyesuaian. Tinggal kita mengatur pelaksanaannya,” ungkapnya.

Kesiapan armada khusus, fasilitas pemilahan, serta penguatan pengolahan sampah organik di Sarimukti menjadi bagian dari transformasi sistem persampahan yang diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah di Kota Bandung dan kawasan Bandung Raya. (rob)**

Berita Terkait

Pemprov Jabar Kawal Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah Agar Sejahterakan Rakya
Kasubag Umpeg Disdikbud Subang Tinjau Langsung Uji Kompetensi Guru di SMPN 4 Subang
PELANTIKAN DPP SWI 2026–2031,SWI Teguhkan Profesionalisme dan Aksi Nyata Lewat Green Impact
. Sudah Masuk Ranking, Tiga Calon Siswa Jalur MBK di SMAN 2 Padalarang Justru Dinyatakan Tak Lolos, Ada Apa?
Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia
PKC PMII Jawa Barat Soroti Paradoks Pembangunan, Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG
BADKO HMI Jawa Barat Gelar HMI GEMBIRA, Tebar Kebahagiaan Lewat Aksi Sosial
Dr. T.R. Fahsul Falah raih gelar doktor kedua di Unpas, Hadirkan Gagasan Penguatan SPBE dan Reformasi Birokrasi

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:51 WIB

Perkuat Kolaborasi, Kapolres Aceh Tenggara Silaturahmi ke Kemenag dan Tandatangani MoU

Jumat, 4 September 2026 - 14:39 WIB

Sabu Disimpan di Saku Celana, Pria 34 Tahun Diamankan Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara

Kamis, 3 September 2026 - 16:37 WIB

Gerak Cepat Satresnarkoba, Tiga Pria Diamankan, 20 Paket Sabu dan Satu Paket Ganja Jadi Barang Bukti

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Legalitas Material PT Horas Bangun Persada Terancam Pidana, Mabes Polri dan Polda Aceh Diminta Turun Tangan Proses

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Peredaran Ganja Dibongkar, Polres Aceh Tenggara Amankan 3 Pelaku dan 708,82 Gram Barang Bukti

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Informasi Warga Ditindaklanjuti, Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Lawe Alas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Bukan Hanya Mengatur Jalan, Polres Aceh Tenggara Jadi Pelindung Anak Saat Berangkat Sekolah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”

Berita Terbaru